Pikun atau melemahnya daya ingat biasanya dialami oleh orang yang telah lanjut usia. Namun, saat ini pikun juga biasa menyerang anak muda atau dewasa muda. Ketika usia masih baru di awal 20-an, Anda mungkin akan merasa cemas jika ingatan tidak berfungsi dengan baik. Apakah Anda mengalami pikun di usia muda?
Tampilkan postingan dengan label personality development. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label personality development. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 Februari 2014
Rabu, 13 November 2013
Pemimpin Itu Tidak Mengeluh
Berapa kali Anda mendengar
orang-orang yang punya jabatan mengeluh? Supervisor yang mengeluh. Manager yang
mengeluh. Direktur yang mengeluh. Kalau kata pengamat politik, kepala negara
pun suka mengeluh juga. Lucunya, keluhan mereka terdengar oleh anak buahnya.
Bayangkan apa yang terjadi pada mental anak buahnya begitu mereka tahu bahwa
atasannya pun mengeluhkan pekerjaannya. Makanya, tidak cocok kalau kita menjadi
seorang pemimpin, dan kita; mengeluhkan urusan pekerjaan dihadapan anak buah.
Memangnya tidak boleh mengeluh? Atasan juga manusia kan?!
Menyelamatkan satu-satunya prajurit Ryan yang masih tersisa dari 4 bersaudara dalam perang dunia kedua adalah tugas Kapten Miller. Perintah itu datang langsung dari pimpinan tertinggi Angkatan Bersenjata Amerika. Ryan harus pulang untuk menghibur Ibunya yang telah kehilangan 3 kakaknya yang gugur dalam pertempuran. Semua anak buah Kapten Miller mempertanyakan kenapa mereka mesti mempertaruhkan nyawa untuk sekedar mencari si Ryan? Lagian belum tentu juga prajurit itu masih hidup. Bisa jadi sudah gugur seperti ketiga kakaknya. Sepanjang perjalanan mereka terus menggerutu. Semua orang, kecuali sang kapten.
Label:
islamic motivation,
kepemimpinan,
leadership,
motivation,
pemimpin,
pengembangan diri,
personality development
Jumat, 18 Oktober 2013
Giving is The Best Communication
Setiap orang pasti senang dengan kebaikan. Akan tetapi, apakah setiap orang senang berbuat kebaikan. Rasanya belum tentu. Sama halnya setiap orang senang misalnya senang dengan uang, tetapi apakah setiap orang senang memberikan uang tersebut kepada orang lain ?
Memberi sebetulnya adalah suatu hal yang mudah dilakukan, asalkan kita memiliki hati yang bersih. Hati yang bersih yang dapat menginsyafi bahwa sebenarnya Allah-lah Pemilik segalanya dan bukan kita. Apa yang kita miliki sesungguhnya bukan milik kita.
Hati yang bersih pula yang dapat melihat kesulitan dan penderitaan orang lain, di balik senyum pilunya. Hati yang bersih yang tidak tega melihat orang lain susah, sementara dirinya bergelimang harta.
Memberi sebetulnya adalah suatu hal yang mudah dilakukan, asalkan kita memiliki hati yang bersih. Hati yang bersih yang dapat menginsyafi bahwa sebenarnya Allah-lah Pemilik segalanya dan bukan kita. Apa yang kita miliki sesungguhnya bukan milik kita.
Hati yang bersih pula yang dapat melihat kesulitan dan penderitaan orang lain, di balik senyum pilunya. Hati yang bersih yang tidak tega melihat orang lain susah, sementara dirinya bergelimang harta.
Jumat, 27 September 2013
Ibu Yang Sekuat 1000 Laki-Laki
Di
sebuah masjid di perkampungan Mesir, suatu sore. Seorang guru mengaji
sedang mengajarkan murid-muridnya membaca Al Qur'an. Mereka duduk
melingkar dan berkelompok.
Tiba-tiba, masuk seorang anak kecil yang ingin bergabung di lingkaran mereka. Usianya kira-kira 9 tahun. Sebelun menempatkannya di satu kelompok, sang guru ingin tahu kemampuannya. Dengan senyumnya yang lembut, ia bertanya pada anak yang baru masuk itu, "Adakah surat yang kamu hapal dalam Al Qur'an?" "Ya", jawab anak itu singkat.
"Kalau begitu, coba hapalkan salah satu surat dari juz 'Amma?" pinta sang guru.
Anak itu lalu menghapalkan beberapa surat, fasih dan benar. Merasa anak tersebut punya kelebihan, guru itu bertanya lagi, "Apakah kamu juga hapal surat Tabaraka?" (Al Mulk) "Ya," jawabnya lagi, dan segera membacanya. Baik dan lancar. Guru itu pun terkagum-kagum dengan kemampuan hapalan si anak. Meski usianya terlihat lebih belia ketimbang murid-muridnya yang ada.
Label:
hafizh,
hafizh qur'an,
hafizhoh,
ibu hebat,
islamic motivation,
isteri yang hebat,
kisah islami,
motivasi islami,
motivation,
mujahidah,
pengembangan diri,
personality development
Senin, 10 Juni 2013
Key Performance Indicator (KPI) Ramadhan 1434 H - 2013
Ramadhan sebentar lagi tiba, mari bersiap menyambutnya.
Siapkan diri dan tetapkan target Ramadhan tahun ini, agar lebih baik dari kemarin.
Berikut ini Key Perfromance Indicator (KPI) Ramadhan 1434 H , semoga bermanfaat
Download KPI Ramadhan 1434 H - 2013
Rabu, 30 Januari 2013
Dies Natalis STIAMI ke-30 : "Menghijau Untuk Negeri"
Jakarta, 27/01/2013 (STIAMI) – Monumen Nasional ( Monas ) menjadi
tempat bersejarah diselenggarakannya Puncak Perayaan Dies Natalis STIAMI
yang ke-30 tahun yang tepat jatuh pada hari Ahad, 27 Januari 2013.
Menggandeng erat Kementerian Kehutanan, tema “Menghijau Untuk Negeri” dirasa pas dengan kondisi Indonesia khususnya Jakarta yang baru saja kena musibah banjir yang sempat membuat Jakarta lumpuh untuk beberapa hari.
Tema “Menghijau Untuk Negeri” dikandung maksud sebagai sebuah keinginan yang mulia dari Civitas STIAMI dengan warna alamamater hijau untuk menegaskan positioning STIAMI sebagai kampus yang selalu ingin memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan negeri dengan memperkuat sinergitas Sivitas STIAMI sesuai dengan peran masing-masing. Tema ini juga sengaja diangkat, sebagai bentuk kepedulian STIAMI terhadap persoalan lingkungan yang perlu dijaga kesinambungan dan kelestariannya melalui prinsip reduce, reuse, recycle dan replace yang sebangun dengan program integrasi dan efisiensi yang telah dicanangkan STIAMI sejak tahun 2012. Hal ini dikemukakan oleh Ketua Panitia Dies Natalis, Dedy Kusna Utama dalam laporannya.
Menggandeng erat Kementerian Kehutanan, tema “Menghijau Untuk Negeri” dirasa pas dengan kondisi Indonesia khususnya Jakarta yang baru saja kena musibah banjir yang sempat membuat Jakarta lumpuh untuk beberapa hari.
Tema “Menghijau Untuk Negeri” dikandung maksud sebagai sebuah keinginan yang mulia dari Civitas STIAMI dengan warna alamamater hijau untuk menegaskan positioning STIAMI sebagai kampus yang selalu ingin memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan negeri dengan memperkuat sinergitas Sivitas STIAMI sesuai dengan peran masing-masing. Tema ini juga sengaja diangkat, sebagai bentuk kepedulian STIAMI terhadap persoalan lingkungan yang perlu dijaga kesinambungan dan kelestariannya melalui prinsip reduce, reuse, recycle dan replace yang sebangun dengan program integrasi dan efisiensi yang telah dicanangkan STIAMI sejak tahun 2012. Hal ini dikemukakan oleh Ketua Panitia Dies Natalis, Dedy Kusna Utama dalam laporannya.
| Ketua Panitia Dies Natalis STIAMI ke-30, Dedi Kusna Utama, memberikan Laporan Kegiatan |
Label:
dies natalis,
dies natalis stiami,
dies natalis stiami ke-30,
islamic motivation,
jalan sehat monas,
jalan sehat stiami,
motivation,
pengembangan diri,
personality development,
senam gangnam style
Kamis, 03 Januari 2013
Melatih Otak Menjadi Mesin Ide
By Tommy Siawira
Seringkali kita mengalami mati ide, tidak
ada satupun ide ada di kepala. Hal ini terjadi karena kita tidak melatih
otak untuk melahirkan ide. Padahal jika dilatih terus menerus, otak
kita bisa menjadi mesin ide.
Pada
dasarnya, kita mempunyai kreatifitas.
Yang diperlukan adalah bagaimana
agar kreatifitas itu mengarah pada hal-hal yang positif.
Label:
brain teaser,
cara melatih otak,
ide,
islamic motivation,
latihan otak,
melatih otak,
motivation,
otak brilian,
pengembangan diri,
personality development,
smart brain
Kamis, 06 Desember 2012
H I D U P
Hidup ini
singkat ….. terlalu singkat malah
Terlalu
singkat untuk disia-siakan
Sangat
sebentar untuk dikosongkan
Hidup ini
adalah anugerah dari-Nya
Pemberian
untuk seluruh manusia
Terimalah
dengan syukur dan suka cita
Label:
go success,
hidup,
hidup sukses,
islamic motivation,
kesuksesan,
motivation,
pengembangan diri,
personality development,
puisi motivasi,
sukses
Selasa, 15 Mei 2012
Antara Otot dan Otak
LATIHAN berat ternyata tidak
hanya bermanfaat bagi perkembangan otot, tetapi juga otak. Demikian kesimpulan
peneliti dari Laboratorium Neuroscience di National Institute on Aging, AS, yang
dimuat dalam jurnal Learning and Memory.
Sang peneliti, Henriette van
Praag, menyimpulkannya setelah melakukan sejumlah pengujian dan pengamatan
terhadap beberapa tikus percobaan. Van Praag menyuntikkan dua jenis suplemen
yang membantu pengembangan otot kepada tikus-tikus itu, yakni obat Aicar dan
GW1516.
Lewat asupan suplemen tersebut,
peneliti dapat mengontrol kondisi otot setiap tikus. Dalam kurun waktu
seminggu, tikus-tikus percobaan itu memiliki kemampuan memori dan belajar lebih
baik jika dibandingkan dengan sebelum disuntik suplemen.
Menurut Van Praag, perkembangan
otot juga berpengaruh pada peningkatan neuron di otak yang mendukung memori dan
kemampuan belajar. “Sel-sel pada otot merespons olahraga dengan memompa
berbagai substansi untuk membentuk otot yang kuat.”
(sumber : New York Times)
Label:
brain,
islamic motivation,
motivation,
muscle,
muscle and brain,
otak,
otot,
otot dan otak,
pengembangan diri,
personality development
Jumat, 10 Februari 2012
9 Alasan Agar Resume Anda Dilirik Apple atau Google
PERUSAHAAN-PERUSAHAAN berbasis teknologi, kini banyak menjadi idaman bagi para lulusan anyar yang ingin mendapatkan pekerjaan. Pencitraan tentang budaya perusahaan teknologi, seperti Google, Facebook yang digambarkan ‘nyantai’ dengan membolehkan karyawan bersepeda di ruangan kantor, ada tempat khusus karaoke, bisa main billiar di sela-sela pekerjaan, serta ada fasilitas mini-bar, tentu menjadi daya tarik tersendiri. Di mana hal tersebut, jarang terdengar ada dalam penawaran di perusahaan-perusahaan konvensional sebelumnya.
Lantas bagaimana bisa menembus ketatnya persaingan untuk bisa masuk ke perusahaan seperti Google atau Apple? Mungkin ada baiknya, kita simak triknya Gayle Laakmann McDowell. McDowell ini memiliki track record di tiga perusahaan teknologi terbesar saat ini, Apple, Google dan Microsoft. Belum lama ini, ia meluncurkan buku berjudul “The Google Resume”. Buku ini berisi tentang bagaimana kiat mendapatkan pekerjaan di perusahaan teknologi terbesar dan apa strateginya yang membuat calon bisa terlihat menonjol.
Lantas bagaimana bisa menembus ketatnya persaingan untuk bisa masuk ke perusahaan seperti Google atau Apple? Mungkin ada baiknya, kita simak triknya Gayle Laakmann McDowell. McDowell ini memiliki track record di tiga perusahaan teknologi terbesar saat ini, Apple, Google dan Microsoft. Belum lama ini, ia meluncurkan buku berjudul “The Google Resume”. Buku ini berisi tentang bagaimana kiat mendapatkan pekerjaan di perusahaan teknologi terbesar dan apa strateginya yang membuat calon bisa terlihat menonjol.
Minggu, 05 Juni 2011
MANAJEMEN KUALITAS DIRI (bag.7 - TAMAT)
PILAR 3 : PEMBIASAAN DIRI
Pembiasaan diri akan membuat kita mengubah paradigma bahwa jika kita ingin kualitas pribadi kita berkembang, kita senantiasa harus mau melakukan perubahan-perubahan terhadap diri sendiri. Hal ini penting agar kita dapat menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan yang terjadi di sekitar kita.
Pembiasaan diri tentunya memerlukan kemauan yang kuat dari dalam diri. Masih ingat ketika dahulu kita mencoba belajar bersepeda, beralih dari roda tiga ke roda dua? Bagaimana awalnya? Tentu kita awalnya akan canggung, kagok dan sebagainya.
Pembiasaan diri akan membuat kita mengubah paradigma bahwa jika kita ingin kualitas pribadi kita berkembang, kita senantiasa harus mau melakukan perubahan-perubahan terhadap diri sendiri. Hal ini penting agar kita dapat menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan yang terjadi di sekitar kita.
Pembiasaan diri tentunya memerlukan kemauan yang kuat dari dalam diri. Masih ingat ketika dahulu kita mencoba belajar bersepeda, beralih dari roda tiga ke roda dua? Bagaimana awalnya? Tentu kita awalnya akan canggung, kagok dan sebagainya.
Label:
islamic motivation,
manajemen kualitas diri,
motivation,
pengembangan diri,
personality development
Sabtu, 30 April 2011
MANAJEMEN KUALITAS DIRI (bag.6)
B. MENGELOLA WAKTU
Setiap orang pasti mengetahui bahwa waktu adalah ’sesuatu’ yang sangat penting dan berharga. Bahkan ada yang beranggapan bahwa waktu merupakan salah satu asset penting dalam hidup ini. Itulah mengapa orang Barat mempunyai filosofi tentang waktu ”Time is money”.. begitu berharganya Sang Waktu, hingga ia dapat disamakan dengan uang.
Orang Timur Tengah bahkan lebih hebat dalam memaknai waktu. Menurut mereka, waktu ibarat sebilah pedang : yang akan menebas siapa saja yang tidak hati-hati dalam menggunakannya. Luar biasa....
Setiap orang pasti mengetahui bahwa waktu adalah ’sesuatu’ yang sangat penting dan berharga. Bahkan ada yang beranggapan bahwa waktu merupakan salah satu asset penting dalam hidup ini. Itulah mengapa orang Barat mempunyai filosofi tentang waktu ”Time is money”.. begitu berharganya Sang Waktu, hingga ia dapat disamakan dengan uang.
Orang Timur Tengah bahkan lebih hebat dalam memaknai waktu. Menurut mereka, waktu ibarat sebilah pedang : yang akan menebas siapa saja yang tidak hati-hati dalam menggunakannya. Luar biasa....
Lalu, seberapa pentingkah waktu menurut kita? Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa di negara kita ini kesadaran akan pentingnya waktu masih relatif rendah. Bahkan ada sebuah anekdot yang memilukan ketika orang dari Swiss berbangga dengan produk jam Citizennya, orang Jepang dengan jam Seikonya... sedangkan orang Indonesia dengan jam ... karetnya...!!! Sungguh amat memprihatinkan memang.
Label:
islamic motivation,
manajemen kualitas diri,
manajemen waktu,
mengelola waktu,
motivation,
pengaturan diri,
pengembangan diri,
pentingnya waktu,
personality development
Jumat, 21 Januari 2011
MANAJEMEN KUALITAS DIRI (bag.5)
(sahabat, masih ingat pembahasan kita tentang "Manajemen Kualitas Diri" ? Nah, ini lanjutannya. Simak ya... )
PILAR 2 : PENGATURAN DIRI
Pengaturan diri akan membawa konsekuensi bahwa setiap aktivitas yang kita lakukan senantiasa merupakan kemampuan kita melakukan pengaturan terhadap diri sendiri.
A. MENETAPKAN SASARAN PRIBADI
Semakin jelas sasaran yang kita tetapkan, semakin mudah bagi kita untuk memikirkan strategi apa yang dapat kita lakukan agar sasaran tersebut dapat dicapai, berapa lama waktu yang dibutuhkannya serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pencapaian sasaran tersebut. Demikian pula sebaliknya; semakin abstrak sasaran kita, maka akan semakin sulit bagi kita untuk mencapainya.
Dalam menetapkan sasaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
PILAR 2 : PENGATURAN DIRI
Pengaturan diri akan membawa konsekuensi bahwa setiap aktivitas yang kita lakukan senantiasa merupakan kemampuan kita melakukan pengaturan terhadap diri sendiri.
A. MENETAPKAN SASARAN PRIBADI
Semakin jelas sasaran yang kita tetapkan, semakin mudah bagi kita untuk memikirkan strategi apa yang dapat kita lakukan agar sasaran tersebut dapat dicapai, berapa lama waktu yang dibutuhkannya serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pencapaian sasaran tersebut. Demikian pula sebaliknya; semakin abstrak sasaran kita, maka akan semakin sulit bagi kita untuk mencapainya.
Dalam menetapkan sasaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
Label:
islamic motivation,
jelas,
manajemen kualitas diri,
motivation,
pengaturan diri,
pengembangan diri,
personality development,
pilar 2,
sasaran yang hebat,
terukur
Kamis, 13 Januari 2011
9 Kebiasaan Menyegarkan Otak

Rasa jenuh dengan aktivitas sama setiap harinya dapat menimbulkan depresi. Kebosanan ini juga bisa membuat otak Anda merasa 'kurang tertantang'. Jika Anda sering mengalami hal ini, jangan diam saja. Lakukan latihan berikut ini yang bisa membuat Anda seperti memiliki otak 'baru'.
Dorothea Brande, penulis dan editor asal Amerika Serikat yang terkenal dengan bukunya "Wake Up and Live and Becoming a Writer", menyarankan beberapa latihan mental untuk membuat pikiran Anda jadi lebih tajam. Latihan-latihan dimaksudkan untuk menarik Anda keluar dari kebiasaan dan rutinitas, memberikan Anda perspektif berbeda, serta menempatkan Anda dalam situasi yang membutuhkan akal serta kreativitas dalam memecahkan masalah.
Brande percaya, hanya dengan melakukan pengujian dan peregangan sendiri Anda mengembangkan kekuatan mental. Berikut sembilan latihan yang disarankan oleh Brande yang bisa Anda coba, seperti dikutip dari Divine Caroline.
1. Habiskan satu jam setiap harinya dengan tidak berkata apa-apa. Kecuali, untuk menjawab pertanyaan secara langsung, di tengah-tengah kelompok, tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda merajuk atau sakit. Cobalah bersikap sebiasa mungkin.
2. Berpikirlan selama 30 menit setiap hari tentang satu subjek. Mulailah dengan berpikir dalam lima menit jika 30 menit terlalu lama.
3. Berbicaralah selama 15 menit per hari tanpa menggunakan kata "Aku", "Saya", dan "Milik saya".
4. Cobalah untuk diam di tengah keramaian
5. Lakukan kontak dengan orang baru dan biarkan ia menceritakan banyak hal soal dirinya tanpa ia menyadari.
6. Ceritakan secara eksklusif tentang diri sendiri dan kesenangan Anda tanpa mengeluh, membual atau membuat bosan teman Anda.
7. Buat rencana selama dua jam per hari dan lakukan rencana itu dengan konsekuen.
8. Buatlah 12 kegiatan yang dilakukan secara acak dan spontan. Misalnya, sepulang mendatangi tempat makan yang belum pernah dikunjungi sebelumnya lalu pulang bukan dengan naik taksi tetapi ojek. Atau, biasanya pada pagi hari Anda minum kopi, minumlah air putih atau jus. Usahakan kegiatan tersebut berbeda dari rutinitas Anda.
9. Dari waktu ke waktu, luangkan setiap harinya menjawab "Ya" untuk setiap permintaan orang lain, tapi tentunya yang masuk akal
(sumber : http://vivanews.com/)
Selasa, 04 Januari 2011
MANAJEMEN KUALITAS DIRI (bag. 4)
(sambungan)
Kedua, aspek yang berkaitan dengan kepribadian.
Ada yang beranggapan bahwa pengetahuan dan keterampilan adalah penentu kesuksesan seseorang, dan bahwa orang yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang tinggi; meski kepribadiannya dianggap kurang; memiliki kesempatan untuk meraih sukses lebih besar dibandingkan yang tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi.
Namun hal tersebut tampaknya tidak sepenuhnya benar. Mengapa? Karena terbukti apabila suatu perusahaan ingin merekrut calon karyawan, maka biasanya akan diadakan tes psikologi (psychotest) selain tes kompetensi dan juga wawancara untuk calon karyawan tersebut (bahkan kadang psychotest dilaksanakan lebih dahulu sebelum tes kompetensi). Ini menunjukkan bahwa kepribadian seseorang juga turut menjadi pertimbangan selain pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya.
Kedua, aspek yang berkaitan dengan kepribadian.
Ada yang beranggapan bahwa pengetahuan dan keterampilan adalah penentu kesuksesan seseorang, dan bahwa orang yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang tinggi; meski kepribadiannya dianggap kurang; memiliki kesempatan untuk meraih sukses lebih besar dibandingkan yang tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi.
Namun hal tersebut tampaknya tidak sepenuhnya benar. Mengapa? Karena terbukti apabila suatu perusahaan ingin merekrut calon karyawan, maka biasanya akan diadakan tes psikologi (psychotest) selain tes kompetensi dan juga wawancara untuk calon karyawan tersebut (bahkan kadang psychotest dilaksanakan lebih dahulu sebelum tes kompetensi). Ini menunjukkan bahwa kepribadian seseorang juga turut menjadi pertimbangan selain pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya.
Senin, 13 Desember 2010
MANAJEMEN KUALITAS DIRI (bag.3)
Hallo sobat... beberapa saat yang lalu kita membicarakan mengenai Pilar 1 dalam Manajemen Kualitas Diri. Nah, berikut sambungannya. Selamat menyimak !
Senin, 25 Oktober 2010
MANAJEMEN KUALITAS DIRI (bag.2)
Beberapa saat lalu di blog ini ditampilkan tentang urgensi Manajemen Kualitas Diri. Nah, sekarang akan coba ditampilkan tentang pilar-pilar MKD.
Rabu, 30 Juni 2010
MANAJEMEN KUALITAS DIRI (bag.1)
Manajemen Kualitas Diri merupakan suatu keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam mengelola diri sendiri dengan berbagai macam aspek yang dimilikinya agar dapat mencapai kualitas diri yang optimal sehingga bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain
Sama halnya dengan sebuah organisasi, yang akan berjalan dengan baik apabila masing-masing bagian dalam organisasi tersebut menjalankan fungsinya dengan baik, maka demikian halnya dengan kehidupan dan perkembangan kepribadian.
Sama halnya dengan sebuah organisasi, yang akan berjalan dengan baik apabila masing-masing bagian dalam organisasi tersebut menjalankan fungsinya dengan baik, maka demikian halnya dengan kehidupan dan perkembangan kepribadian.
Langganan:
Postingan (Atom)


