Jakarta, 27/01/2013 (STIAMI) – Monumen Nasional ( Monas ) menjadi
tempat bersejarah diselenggarakannya Puncak Perayaan Dies Natalis STIAMI
yang ke-30 tahun yang tepat jatuh pada hari Ahad, 27 Januari 2013.
Menggandeng erat Kementerian Kehutanan, tema “Menghijau Untuk Negeri”
dirasa pas dengan kondisi Indonesia khususnya Jakarta yang baru saja
kena musibah banjir yang sempat membuat Jakarta lumpuh untuk beberapa
hari.
Tema “Menghijau Untuk Negeri” dikandung maksud sebagai sebuah
keinginan yang mulia dari Civitas STIAMI dengan warna alamamater hijau
untuk menegaskan positioning STIAMI sebagai kampus yang selalu
ingin memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan negeri dengan
memperkuat sinergitas Sivitas STIAMI sesuai dengan peran masing-masing.
Tema ini juga sengaja diangkat, sebagai bentuk kepedulian STIAMI
terhadap persoalan lingkungan yang perlu dijaga kesinambungan dan
kelestariannya melalui prinsip reduce, reuse, recycle dan replace
yang sebangun dengan program integrasi dan efisiensi yang telah
dicanangkan STIAMI sejak tahun 2012. Hal ini dikemukakan oleh Ketua
Panitia Dies Natalis, Dedy Kusna Utama dalam laporannya.
Ketua Panitia Dies Natalis STIAMI ke-30, Dedi Kusna Utama, memberikan Laporan Kegiatan
Dalam rangka Dies Natalis (Milad) ke-30, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) akan menyelenggarakan Jalan Sehat pada hari Ahad, 27 Januari 2013. Acara yang bertempat di Barat Daya Lapangan Silang Monas Jakarta Pusat ini rencananya akan diikuti oleh seluruh Civitas Akademika STIAMI (Mahasiswa, Dosen & Karyawan), Alumni, Keluarga Karyawan dan juga masyarakat Umum dengan target peserta ± 3.000 orang.
Seringkali kita mengalami mati ide, tidak
ada satupun ide ada di kepala. Hal ini terjadi karena kita tidak melatih
otak untuk melahirkan ide. Padahal jika dilatih terus menerus, otak
kita bisa menjadi mesin ide.
Pada
dasarnya, kita mempunyai kreatifitas.
Yang diperlukan adalah bagaimana
agar kreatifitas itu mengarah pada hal-hal yang positif.
LATIHAN berat ternyata tidak
hanya bermanfaat bagi perkembangan otot, tetapi juga otak. Demikian kesimpulan
peneliti dari Laboratorium Neuroscience di National Institute on Aging, AS, yang
dimuat dalam jurnal Learning and Memory.
Sang peneliti, Henriette van
Praag, menyimpulkannya setelah melakukan sejumlah pengujian dan pengamatan
terhadap beberapa tikus percobaan. Van Praag menyuntikkan dua jenis suplemen
yang membantu pengembangan otot kepada tikus-tikus itu, yakni obat Aicar dan
GW1516.
Lewat asupan suplemen tersebut,
peneliti dapat mengontrol kondisi otot setiap tikus. Dalam kurun waktu
seminggu, tikus-tikus percobaan itu memiliki kemampuan memori dan belajar lebih
baik jika dibandingkan dengan sebelum disuntik suplemen.
Menurut Van Praag, perkembangan
otot juga berpengaruh pada peningkatan neuron di otak yang mendukung memori dan
kemampuan belajar. “Sel-sel pada otot merespons olahraga dengan memompa
berbagai substansi untuk membentuk otot yang kuat.”